Boyongan ke WordPress

Jumpa lagi dengan tulisan-tulisan saya di wordpress. Awalnya saya gumun saja melihat teman saya Oming memakai wordpress, tapi sesuatu yang tampaknya baik itu wajib dicoba. Rekan saya Riwa-riwi juga menyarankan saya pindah ke wordpress.

Kebanyakan tulisan yang ada disini masih merupakan hasil boyongan dari blog saya yang lama di friendster  (Tidak terasa sudah 2 tahun ternyata saya nge-blog) namun saya berencana akan menambah beberapa tulisan dalam waktu dekat. Sementara ini manfaat blog yang baru saya rasakan sih cuma sebatas refleksi diri. Tapi saya harap buat teman-teman pembaca bermanfaat juga, setidaknya bisa jadi bahan cemoohan. Belum banyak ide konstruktif yang saya kembangkan dari blog-blog saya. Ide dasar yang ada pada tiap tuliusan pun kebanyakan masih merupakan kutipan dari ide orang lain.

Sebenarnya keputusan pindah ini agak meragukan bagi saya. Kebanyakan orang membaca blog saya setelah berteman dengan saya di friendster sementara wordpress adalah aplikasi terpisah.  Namun demi memenuhi keingin tahuan saya tentang fitur yang lebih serius dari wordpress maka saya pindah. Dan saya mensyukuri kepindahan ini setelah sekian lama merencakanan.

Blog sebagai bagian dari web 2.0 memang trend masa kini yang konon bakal makin populer. Ada yang bilang ini adalah revolusi informasi kedua setelah penemuan mesin cetak oleh Guttenberg. Anda dan saya harus jadi bagian dari perubahan itu. Selamat nge-Blog.

Johannesburg, 9 Maret 2008

Anton Dewantoro

Explore posts in the same categories: Non-Category

4 Comments on “Boyongan ke WordPress”

  1. flo Says:

    Selamat nge-blog bung anton.., di tunggu tulisannya.. :)

  2. sasti Says:

    welcome to the blogger world… :)
    masih betah aj nih di africa sana?

  3. kurnia Says:

    tapi kata bung Roy Suryo blog hanya trend sesaat :p
    (ayo dicerca :)

  4. riwariwi Says:

    Selamat atas kepindahannya.
    Sementara saya masih mau berkubang di lumpur kemalasan dulu, belum mau jadi bagian dari revolusi informasi kedua.


Comment: