Malas Bekerja

Sekitar tiga tahun yang lalu suatu pagi dini hari sekitar pukul 3 saya sempat menulis di blog (waktu itu masih blog friendster) mengenai segenap sumpah serapah saya terhadap pekerjaan saya yang menuntut saya tetap di kantor sampai dini hari. Pada intinya saya memepertanyakan untuk apa saya bekerja sampai sekeras itu? Demi keuntungan siapa? Namun akhirnya saya sadari itu adalah pekerjaan terbaik yang pernah saya kerjakan dan membawa saya menuju petualangan ke tempat jauh.

Kini saya kembali meratapi pekerjaan saya yang sekarang yang sebenarnya tidaklah terlalu berat namun saya merasa amat tidak nyaman melakukannya. Mungkin karena saya dihadapkan pada budaya kerja bangsa Cina yang sama  sekali lain dibanding bangsa-bangsa lain yang pernah saya temui, tapi bisa juga karena saya yang memang sekarang ini menjadi terlalu manja.

Bicara soal malas menghadapi pekerjaan dan segenap rasa tidak cocok dalam menghadapinya tentu tidak akan ada habisnya. Namun ada satu tolok ukur yang biasanya benar yaitu motif ekonomi “semua tindakan manusia itu berdasarkan insentif”. Jika saya malas bekerja mungkin saya kurang bisa melihat insentif yang lebih besar daripada apa yang saya dapatkan sekarang. Dalam bahasa yang lebih eufemis saya belum memiliki cita-cita luhur dalam bekerja. Orang lain mungkin menjadikan kebutuhan anak menjadi semangat dalam bekerja, ada juga yang kejar tayang harus segera menikah, ada juga yang ingin membeli rumah, ada lagi yang lebih mulia seperti membantu pendidikan adik-adik. Saya punya adik, saya juga merasa ingin menikah dalam waktu dekat, ingin punya rumah, dan berbagai kebutuhan lain. Tapi mengapa saya tetap tidak semangat dalam bekerja? Mungkin memang dasar saya memang pemalas.

Berat ki poro rawuh

Explore posts in the same categories: Non-Category

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Comments on “Malas Bekerja”

  1. ndhasatos Says:

    Itu mungkin karena Bung tidak sepenuhnya mengikuti budaya mereka.
    Bisa dicoba cara-cara seperti ini:
    - Tidur siang sebentar setelah makan siang.
    - Lakukan hajat pagi di kantor

  2. niken Says:

    Ora niat ngomentari postinganmu, wong wis jelas semua. Cuma liat-liat fitur wordpress aja. Nuwun.


Comment: