Drakula Mantu, Komedi – Horor yang Cerdas

Siang itu, Stasiun Kranji Bekasi, menunggu kereta ke Jatinegara, saya mampir ke warung DVD. Ada satu keping combo berisi beberapa lawakan lama Ateng vs Benyamin yang tampak cukup menarik lalu saya beli dan kemudian lupakan (seperti biasa).

***

Setelah sekian lama, ketika saya bosan dengan acara TV, saya buka kantong plastik hitam yang sudah dua bulanan saya lupakan. Isinya dimulai dari Benyamin ternyata, bukan Ateng. Betty Bencong Selebor film pertama, sudah sering lihat tapi tetap saja ngakak lihat mantan kondektur PPD itu berakting banci.

***

Film kedua, Drakula Mantu, saya pikir model film hantu Indonesia kualitas busuk macam Kereta Setan Manggarai, Jelangkung, atau sejenisnya. Intronya pun sudah beda. Nya Abbas Akup sang sutradara menggarapnya cukup bercita rasa seni meskipun rasa zadul amat kental. Maklum saja, bikinan tahun 1974.

Drakula Mantu (1974) adalah salah satu pelopor genre komedi horor yang pertama bahkan mungkin di dunia. Karena film ini tidak diedarkan secara internasional maka film Close Encounter of the Spooky Kind (1980) dari Sammo Hung lah yang dinobatkan sebagai komedi horor pertama di dunia.

Film ini bercerita tentang Benyamin yang disuruh bersih-bersih sebuah rumah tua yang akan dihuni oleh pasangan muda yang baru pulang dari Inggris. Ternyata rumah ini dihuni oleh keluarga setan yang kena gusuran akibat gencarnya pembangunan. Karena keluarga setan ini tidak ingin tergusur lagi maka siapa pun yang datang ke rumah ini mereka ganggu. Memang banyak sekali satir nan cerdas atas berbagai kebijakan pemerintah Soeharto yang kala itu sedang naik daun. Maka dari itu film ini cukup jarang diputar hingga dilupakan orang.

Keluarga setan ini punya putri setan yang cantik yang diperankan oleh Rice Margareta Gerung miss Photogenic Jakarta 1974 yang untuk ukuran jaman sekarang pun masih terbilang cantik. Putri Setan ini akan dikawinkan dengan anak Pangeran Drakula (Pong Hardjatmo) dari Eropa Raya. Segala persiapan dilakukan keluarga setan ntuk menyambut sang Pangeran Drakula (Tan Tjeng Bok) dan putranya yang akan datang melamar. Sementara itu di alam nyata Benyamin dkk terus melakukan pembersihan rumah.

Ketegangan terjadi ketika dua alam ini bergesekan tatkala uang pembayaran pembersihan rumah tertinggal di rumah itu sementara pesta lamaran tengah berangsung. Benyamin dan kawannya (saya lupa) disekap dan hanya dibebaskan setelah ada negosiasi dengan pemilik rumah. Putri Setan pun akhirnya memutuskan untuk ikut suaminya ke Eropa dengan memboyong keluarganya. Dan dunia damai.

Di film ini, jauh sebelum ciuman heboh Rangga dan Cinta di AADC, sudah ada adegan cium bibir hingga nyangkut kedua taring antara Pong dan Rice. Sekali lagi ingat, di tahun 1974 lho ya. Gambar film ini juga amat sangat bersih bahkan jika dibandingkan film penting lain di zamannya seperti Pemberontakan G30S/PKI. Yang juga jarang ditemukan di fim lainnya adalah bahasa Indonesia baku yang baik dan benar diucapkan oleh semua pemain. Kata per kata dalam naskah film ini pun menyiratkan kecerdasan penulisnya. Beda sekali dengan film zaman sekarang yang sok gaul dengan bahasa Indonesia berantakan namun kosong tanpa makna. Kalau anda penasaran bagaimana Benyamin melawak dengan bahasa baku tanpa bau Betawi sedikit pun silakan lihat film ini. Dijamin biarpun baku tapi tetap lucu.

Musik yang digarap oleh Mus Mualim alm. (suami Titik Puspa) juga unik karena bernuansa jazz kampung yang lembut namun jenaka. Sound engineer di film ini pun bekerja cukup cermat sehingga bahkan ditonton di format DVD combo pun tetap bersih. Suara dialog para aktor pun terdengar jelas. Penasaran Kan?

Referensi:

http://forum.detik.com/showthread.php?p=1599981

http://benyamin.multiply.com/reviews/item/7

Tagged ,

6 thoughts on “Drakula Mantu, Komedi – Horor yang Cerdas

  1. [...] baru yang menjadi idola baru masyarakat seperi Tan Tjeng Bok (pernah saya ulas di tulisan film Drakula Mantu), Wolly Sutinah alis Mak Wok (ibunya Aminah Cendrakasih – yang berperan jadi Emaknya Doel di [...]

  2. Kiky says:

    Mas,pinjem dvd nya.Apa nitip beliin klo pas nemu lagi di st Kranji :D seriusss…

  3. rida says:

    ngantri njilih

  4. kurnia says:

    njilih ton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 207 other followers