Makanan yang Wajib dan yang Sebaiknya tidak Dibawa Saat ke Luar Negeri

Pergi ke luar negeri terutama untuk beberapa bulan lamanya tentu akan menimbulkan rasa kangen akan tanah air terutama makanannya. Rasanya ingin memboyong seisi warung untuk dinikmati di negara tempat kita tinggal. Di negara-negara yang banyak terdapat komunitas Indonesia seperti di Malaysia, Australia, Belanda, dan Saudi Arabia tentu bukan masalah karena toko-toko Indonesia bertebaran di sana. Namun jika anda berada di negeri antah-berantah tentu soal kangen makanan Indonesia ini amat penting untuk diobati. Karena batasan berat dan aturan lain maka tidak semua bahan makanan boleh dibawa terbang sehingga kita musti memilah-milah mana yang perlu di bawa dan mana yang sebaiknya jangan.

Saya pribadi biasanya tidak membawa makanan apa-apa kalau bepergian ke luar negeri hanya beberapa minggu. Namun kalau lebih dari sebulan tentu kangen juga dengan bau terasi. Mencelupkan kaki saya yang bau ke dalam sambal tampaknya bukan solusi manusiawi.

Berikut ini bahan yang saya sarankan di bawa saat ke luar negeri:

1. Sambel Pecel
Bumbu kacang ini paling penting tapi justru sering terlupakan. Sadar atau tidak, makanan Indonesia terutama di pulau Jawa paling banyak memakai bumbu kacang. Sebut saja Gado-gado, Pecel, Karedok, Lontong Capgomeh, Sroto Banjarnegara, Sate Madura, Siomay, dan sebagainya. Terbiasa dengan itu semua, kalau sebulan saja tidak makan sambal kacang saya jamin kita akan merasa hidup ini hampa.

2. MSG
Bahan berbahaya yang satu ini sudah membudaya kuat karena kita konsumsi hampir setiap saat dalam dosis tinggi baik di rumah, di warung, maupun dari gerobak abang tukang bakso. Bawalah beberapa sachet dan konsumsilah saat anda sakaw. Campurkan pada kuah sup atau oseng-oseng dan kangen akan masakan Indonesia akan terobati.

3. Kecap Manis
Orang Cina memang ada di mana-mana dan mereka selalu membuka toko yang menjual kecap tapi mereka umumnya hanya menjual kecap asin. Kalau pun ada kecap manis khas Indonesia rasanya tentu akan lain karena Made in China. Bawalah dalam jumlah cukup karena suatu saat mungkin makanan di luar negeri terasa kurang pas di lidah, tuangkan saja kecap manis, habis perkara.

4. Sambel Sachetan
“Orang Indonesia suka makanan berwana merah dan cewek berkulit putih itulah kenapa bendera negara kami merah dan putih” begitulah saya ketika menyesatkan orang asing mengenai Indonesia. Namun entah kenapa memang kita amat bergantung pada sambal merah. Bagi anda penyuka saus sambal bawalah beberapa sachet bila perlu masukan ke kantong baju atau tas tangan untuk persiapan makan di luar karena saus di luar negeri umumnya memiliki rasa yang beda. Saya pribadi lebih suka sambal terasi ABC karena disamping sebagai sambal cocol saya menggunakannya sebagai bumbu nasi goreng bersama kecap dan bawang.

5. Kopi
Kopi luar negeri jarang ada yang terasa enak karena sialnya kita berasal dari negara yang kopinya termashyur yakni Java Coffee.  Apalagi di negara yang tidak ada starbucks, urusan rasa kopi bisa bikin kita bete.  Kalaupun kita musti minum Starbucks setiap hari tentu akan bokek dengan cepat. Solusinya, bawa kopi dari Indonesia

Kedai “Kopi Jawa” di Kathmandu, Nepal

6. Rokok
Saya bukan perokok wajib tapi kadang-kadang kangen juga dengan aroma kretek. Namun demikian hati-hati dalam merokok kretek karena bisa disangka menghisap ganja seperti pengalaman teman saya di Italia yang sempat digelandang ke kantor polisi gara-gara Dji Sam Soe disangka cimeng. Sejauh ini pengalaman saya hanya disapa dan diminta beberapa batang lalu saya beri semua yang sisa rokok di bungkus sambil iklankan Indonesia melaui kekhasan aroma rokok cengkeh. Dengan demikian saya berhenti merokok sementara sambil menambah kawan.

***

Sementara itu yang sebaiknya jangan dibawa adalah:

1. Dendeng dan produk daging lain
Produk daging dilarang masuk di banyak negara, kalau pun terpaksa bawa usahakan dalam jumlah sedikit saja untuk menghindari disita di bea cukai negara tujuan.

2. Beras
Beras cina mirip beras indonesia, dan toko Cina ada di mana-mana. Usahakan jangan membawa beras karena berat

3. Kerupuk
Bagi saya makan wajib disertai sesuatu yang kriuk-kriuk dan saya yakin kebanyakan orang Indoensia begitu juga. Menggoreng kerupuk mentah sangat repot. Effort tidak sebanding dengan kepuasannya. Toko cina biasanya menjual kerupuk matang, kalau pun tidak ada kerupuk cobalah ganti dengan keripik kentang.

4. Santan
Kelapa parut memang susah didapat di negara non-tropis namun produk santan instan dari Thailand (kenapa bukan dari Indonesia ya?) banyak terdapat di mana-mana.

5. Telur asin
Lagi-lagi barang yang satu ini mudah kita jumpai di toko Cina

4 thoughts on “Makanan yang Wajib dan yang Sebaiknya tidak Dibawa Saat ke Luar Negeri

  1. Sekadar share pengalaman adek gw (krn gw belom pernah tinggal lama di LN), namanya org Padang, ga lengkap klo ga bawa cabe merah keriting giling. Cara ngakalinnya, di sini, cabe merah keriting giling sudah digoreng kemudian ditiriskan minyaknya, semalaman seinget gw, trus dibawa pake tupperw*are yg dibungkus plastik beberapa kali. Nah, sampai ditujuan itu sambal diangetin pake minyak dikit trus taro kulkas. Lmyn awet lah sebulanan gitu.

    • Sama, kalau Ardian dulu suka sakaw rendang, sama mertuanya dibikinin, kita makan dikit-dikit, sampe juga sebulan. Bukannya sara tapi emang orang Padang paling susah adaptasi sama makanan, maklum makanan Padang enak2, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s