Berlari seperti Raramuri

Hari ini 27 Juli 2012 adalah pembukaan olimpiade London 2012. Beberapa bulan yang lalu saya sempat berangan-angan bisa berada di sana untuk mengisi waktu diantara menunggu izin kerja. Namun kini hal itu tinggal harapan saja, jagankan izin kerja, pekerjaan itu sendiri sudah tidak tersedia dan saya kini menjadi pengangguran.

Belakangan ini saya merasa hidup saya menjadi antiklimaks. Di awal karir orang-orang cukup kagum dengan pencapaian saya yang cukup cepat, namun kini di saat yang lain masih terus berkembang saya malah sudah dikandangkan. Saat yang lain kembali bersekolah menempuh pendidikan lanjutan ke Australia, Eropa dan Amerika saya harus bergulat untuk memastikan apakah bulan depan bisa membayar cicilan rumah. Di saat kawan-kawan lain mulai menimang bayi dan beberapa bahkan menunggu kelahiran anak kedua, saya masih saja gagal membuat istri saya hamil. Beberapa bisnis sampingan yang sempat dirintis juga tidak ada yang mengasilkan uang. Masih banyak kekurang-beruntungan yang terjadi pada diri saya belakangan ini namun satu yang saya yakini, hal yang terbaik belum terjadi. Kesuksesan belum saatnya saya jumpai, kejayaan saya masih jauh di depan sana. Yang harus saya lakukan hanyalah terus bergerak maju walau pelan-pelan.

Di Meksiko ada suku Indian Raramuri yang memiliki kebiasaan berlari dari desa ke desa hingga ratusan kilometer. Mereka seolah tidak kenal lelah, karena itulah pemerintah Meksiko mengirim dua orang Raramuri untuk berlaga di olimpiade Amsterdam 1928 cabang lari Marathon. Seperti kita ketahui marathon adalah cabang lari terpanjang di olimpiade yakni sepanjang 20 mil (42 kilometer), seharusnya mudah bukan bagi orang Raramuri untuk memenangkannya?

Ternyata tidak, dari 40 peserta mereka finish di urutan 32 dan 35. Ketika kembali ke Meksiko mereka diwawancara mereka mengatakan bahwa jarak 42 kilometer terlalu pendek, bagi mereka itu hanya pemanasan. Keistimewaan mereka adalah pada sikap pantang menyerah bukan pada kecepatan berlari, setelah berlari menempuh jarak 100 kilometer, kebanyakan orang akan menyerah sementara orang Raramuri akan terus berlari dengan konstan.

Dunia saat ini menuntut kita serba cepat, bahkan serba cepat untuk sukses. Banyak yang berhasil sukses dengan cepat di usia muda. Tapi secara alami memang kesuksesan butuh waktu seperti halnya buah butuh waktu tertentu agar bisa matang pohon. Saya sendiri punya keyakinan kalau kesuksesan masih jauh di depan sana, yang saya perlu lakukan hanyalah terus berlari seperti orang Raramuri.

 

 

 

About these ads

4 thoughts on “Berlari seperti Raramuri

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s