Posts Tagged ‘nasionalisme’

Bapakku dan Perjalananku ke Luar Negeri

Jumat,5 Desember 2008

Cibinong, 1986
Awalnya suatu malam bapak pulang dari kerja seperti biasa di pabrik tekstil di Citeureup. Dia menunjukkan kepada kami sekeluarga sebuah brosur tentang kesempatan hidup di Amerika. Waktu itu saya masih duduk di TK nol kecil sehingga belum tahu Amerika itu negara apa dan dimana. Kata bapak amerika itu negara paling maju di dunia dan [...]

Xenophilia – Xenophobia

Senin,19 Mei 2008

Adalah kecamatan Alexandra di bagian utara Johannesburg dimana disitu bermukim 600.000 lebih warga Zimbabwe yang sekadar mencari makan di negeri tetangga yang lebih makmur. Baru kemarin mereka diserang oleh sekolompok orang Afrika Selatan yang menilai bahwa keberadaan orang-orang Zimbabwe di Afrika Selatan hanya membawa kekacauan. Banyak warga Afrika Selatan baik kulit hitam maupun putih percaya [...]

Shoot…Shoot…Bang…Bang

Minggu,16 Maret 2008

Weekend enaknya ngapain?
Main air soft gun? Main Paint ball

Hahaha…itu mah mainan anak TK
Pistol beneran dong
Suara Ledakannya itu loh…
Hentakan di tangannya itu loh…
Bau mesiunya sampai kebawa mimpi!
Di Afrika, untuk pertama kalinya dalam hidup saya memegang senjata api, mengisi magasin dengan peluru tajam, lepas pengaman, tarik pelatuk dan DORR! Melesetlah dari sasaran ). Butir demi butir [...]

[dari FS] Pemerintah yang Gede Rasa (2)

Minggu,9 Maret 2008

“Kala semanten sang nata sabarang karsanipun, ewah kaliyan adatipun, asring misesa tiyang, tansah nggelaraken siyasat. Para bupati, mantri, tuwin para sentana sami lampah alap-alapan ing kalenggahanipun, sakelangkung resah tataning negari. Tiyang Sa-Matawis sami miris manahipun, sarta asring grahana wulan tuwin srengenge; jawah salah mangsa, lintang kumukus ing saben dalu ketingal. Jawah awu utawi lindhu. Akathah [...]

[dari FS] Pemerintah yang Gede Rasa (1)

Minggu,9 Maret 2008

Kebangsaan Indonesia adalah ciptaan rakyat Indonesia, bukan ciptaan pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia tinggal mewarisi saja dari rakyat. Tahun 1928, tujuh belas tahun sebelum kemerdekaan, beberapa pemuda yang kita tidak ingat lagi namanya atau anomimus, yang kita ingat salah satunya adalah W.R.Supratman dengan biolanya, menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pada waktu itu, pemuda menyatakan prasetya, bahwa kami adalah [...]